MOTIVASI KEHIDUPAN “KATAK DAN AIR MENDIDIH”

بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

Tempatkan Katak ke dalam panci di atas kompor, isi dengan air dan mulai panaskan air.
Saat suhu air mulai meningkat, Katak menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air. Katak terus menyesuaikan suhu tubuhnya dengan meningkatnya suhu air.

Hanya ketika air akan mencapai titik didih, Katak tidak dapat menyesuaikan lagi.

Pada titik ini, Katak memutuskan untuk melompat keluar.

Ketika katak mencoba untuk melompat, tetapi dia sudah tidak dapat melakukannya, karena telah kehilangan semua kekuatannya saat menyesuaikan diri dengan suhu air yang terus meningkat.

Akhirnya Katakpun mati.

Apa yang membunuh katak?

Pikirkanlah!

PESAN MORAL CERITA DIATAS

Mungkin sebagian orang berkata penyebabnya karena air mendidih.

Tapi sesungguhnya yang membunuh Katak adalah ketidakmampuan dirinya untuk memutuskan kapan harus MELOMPAT keluar.

Demikian juga dengan kondisi kita sekarang…

Ketika kita harus MELOMPAT dari zona nyaman kita

Jangan menunggu hidupmu berubah
Tapi berusahalah mencari peluang agar hidupmu berubah.

Jangan menyerah dengan keadaan kenapa saya miskin, kenapa saya susah, kapan saya sukses, kapan saya berhasil.

Jangan meratapi kehidupan dengan pertanyaan diatas, berhentilah menyesuaikan diri.

Mulailah MELOMPAT mencari dan mencoba sesuatu yang baru, jangan pernah takut untuk mencoba.

Lebih baik gagal karena mencoba, dari pada mati dengan penyesalan karena menunggu.

Sebab

️Hidup adalah PROSES.
Hidup adalah BELAJAR.
Tanpa ada batas UMUR.
JATUH, bangun lagi.
KALAH, coba lagi.
GAGAL, bangkit lagi.

Jangan pernah menyerah saat dirimu
️TERBENTUR dan TERBENTUR lagi hingga saatnya engkau “TERBENTUK” DAN MENJADIKAN DIRI Menjadi PRIBADI YANG BIJAKSANA sampai tiba masa waktu kelak Allah memanggil untuk pulang.

Shahihul Bukhari dari Ali bin Abi Thalib bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Tak seorangpun dari kamu kecuali telah tertulis tempatnya di surga atau tempatnya di neraka” Kemudian (sahabat) bertanya : “Ya Rasulullah, apakah kita tidak menyerah saja” (Dalam suatu riwayat disebutkan :’Apakah kita tidak menyerah saja pada catatan kita dan meninggalkan amal). Beliau menjawab : “Jangan,
beramallah, setiap orang dipermudah (menuju takdirnya)”. (Dalam suatu riwayat disebutkan : “Beramallah, karena setiap orang dipermudah menuju sesuatu yang telah diciptakan untuknya”). Orang yang termasuk ahli kebahagian, maka dia dipermudah menuju perbuatan ahli kebahagiaan. Adapun orang yang termasuk ahli celaka, maka dia dipermudah menuju perbuatan ahli celaka”. Kemudian beliau membaca ayat : “Adapun orang yang memberi dan bertaqwa dan membenarkan kebaikan, maka Aku akan mempermudahnya menuju kemudahan. Adapun orang yang bakhil dan menumpuk kekayaan dan mebohongkan kebaikan, maka Aku akan mempermudahnya menuju kesulitan”.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai